Langsung ke konten utama

Coretan : Punguk Merindukan Bulan

 Diposkan oleh NAJIB FACHRUDDIN THOHA

Selamat pagi, siang, malam. Dimanapun kalian berada. Waktu indonesia barat, timur, utara dsb. Sepersekian detik sebelum ini aku masih belum tahu apa yang ingin aku tulis. Bahkan sampai detik ini pun aku masih linglung. Pincang, seperti layangan dengan teraju timpang. Aku tak seimbang. Wkwkwk, kok jadi ngelantur sih. 

One Day One Post atau ODOP memberiku derma dipekan pertama. Awal yang menyedihkan, aku berjalan terseyok-seyok, dibuntuti hutang di awal pekan. Bodoh, mengangap sepele, keteteran juga akhirnya.

Konsisten, sulit. Tapi yang sulit belum tentu tidak bisa. Seseorang yang profesional itu mengakhiri apa yang dimulai nya. Menulis, kesendirian, kemalasan, sudah menjadi bumbu sejak lama. Mewarnai setiap detik yang berdetak. 

Mencoba untuk profesional, berani menyematkan nama dalam fraksi ini, bagak jua untuk rampung dan adiluhung. 

Bagai Punguk merindukan bulan. Singkat cerita aku punya blog ini udah tujuh tahun lama nya. Tujuh tahun juga blog ku itu sepi kaya kuburan, bahkan jangkrik pun gk ada disana, kemboja juga gk mau tumbuh. Kering kerontang. Maka itu dari, ODOP memberikan penerangan bak lentera yang kentara. 

Aku berhajat, berkomplot dengan ODOP aku bisa menjadi bolger yang profesional. Aminn ya Allah. Juga tulisanku yang masih receh itu kian membaik dengan pesan dan saran para Odopers yang kece. 


#Tugas

#ODOP

Komentar

  1. Masih ada yg lebih jamuran kak dari blok kakak wkwk. Sebelum gabung di ODOP, saya terakhir nengok blg tahun 2016. Kalo liat blog kakak masih 2019^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga di ODOP ini kita sama2 bisa berkembang kak. Karena ngak ada perkembangan ditempat yang nyaman, dan ngak ada tempat yang nyaman untuk berkembang. Wkwkwk

      Hapus
  2. wah keren nih ahhahahaha btw pas corona gini gue jd main game aja cuy di rmh ahahhahah, tp gue lg ke hook banget nih sama ni game www.Econw.co cobain dah cuy seru bet dah jamin ahahhahahah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen - Jheany

 Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha Lamat-lamat kumelirik setiap jengkal dan sudut-sudut lorong yang kulalui. Tempat remang-remang seperti ini sering kudapati dalam film-film. Namun kini aku benar-benar ada di dalamnya. Gamang aku. “Lu pada sering ke sini?” “Yaa seminggu sekali lah Ren, kalau setiap hari ya bangkrut lah kita. Mau kasih makan apa anak bini hahahaha”. Tempat karaoke macam ini ternyata mempunyai banyak room yang bervariasi vasilitasnya sesuai harga yang telah disematkan. Dari harga yang paling rendah sampai yang paling tinggi.  Kami memilih room kelas tengah. Dua layar TV kanan kiri yang menampilkan video klip dan lirik lagu yang kami nyanyikan dan satu layar TV di tengah untuk memilih lagu yang akan kami dendangkan nantinya. Setengah jam berlalu. Meja sudah penuh dengan botol-botol minuman juga cemilan-cemilan macam kentang goreng dsb. Aku hanya ingin bernyanyi saja, tak ada melintas dalam benakku untuk menuangkan bahkan meneguk minuman yang sedari tadi diminu...

Cerpen : Ati Ampela Ayam Favorit Ayah

 Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha Hujan membasuh Bumi Blambangan sedari sore. Mendung tampak pekat mulai siang hari sampai pada akhirnya benar-benar jatuh mengguyur. Kaca mobil Pak Fathi buram, suara wiper yang menyeka menghasilkan irama tersendiri. Sengaja Pak Fathi tidak memutar lagu apapun dari tape musik mobilnya, ia hanya ingin menikmati perjalanannya sore itu.  "Ayah udah sampai mana? Hujannya awet dari tadi ngak reda-reda". Suara Bu Indy samar-samar bersinggungan dengan suara hujan. "Baru aja keluar dari kantor Ma, ini Ayah lagi di Bundaran Tugu Pahlawan. Paling setengah jam lagi sampai rumah. Oh iya Ma, ati ampela ayam favorit Ayah udah siap kan? Hehe". Cengengesan Pak Fathi sembari menilik irama wiper mobilnya yang naik turun. "Udah dong, ini Mama lagi di dapur". "Wah pantesan aromanya kecium sampai sini, udah keroncongan banget nih perut Ayah hahaha. Yaudah Ma, Ayah mau fokus nyetir. Salam buat Genta sama Wati, bilangin jangan ada yang n...

Muhasabah Diri

Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha  فاماالانسان اذا ما ابتلىه ربه فاكرمه ونعمه، فيقول ربي اكرمن Ada sebagian manusia kalau ketika dilapangkan rizkinya dia berkata (ربي اكرمن) Tuhan sedang memuliakan aku. Kalau rumahnya besar, anaknya baik-baik, duitnya banyak, kerjaanya ok dia katakan Tuhan sedang memuliakan aku. و اما اذا مابتلىه فقدر عليه رزقه، فيقول ربي اهانن Tapi ketika dia kena PHK kemudian dia susah kena sakit dia katakan (ربي اهانن) Tuhan sedang menghinakan aku. (كلا) bukan, bukan begitu cara pandangnya. Kaya dan miskin, sehat dan sakit, lapang dan sempit, susah, sulit, senang semuanya adalah ujian.  Jadi jangan kita simpulkan dalam pikiran kita ini ada dua kesimpulan. Kalan senang berarti nikmat, kalau susah berarti laknat. Kalau kaya berarti nikmat, kalau miskin berarti laknat. Kalau begitu cara pandang kita. Berarti Nabi Muhammad susah, Abu Jahal Abu Lahab senang. Fir'aun senang, Nabi Musa susah. Berarti kita mengatakan Fir'aun, Abu Lahab dapat nikmat. Nabi Musa, N...