Langsung ke konten utama

DWI MASA TRANSISI, DALAM EKSPEDISI

Di poskan oleh NAJIB FACHRUDDIN THOHA

Gugusan Sajak



Masa transisi masih berlarut-larut. Keadaan masih juga belom stabil. Pancaroba tak juga usai. Ancang-ancang masih ku rancang. Masa depan yang cerah menungguiku di ujung jauh persimpangan jalan sana. Selamat menikmati perjalanan, kencangkan sabuk pengaman! Dengan izin Tuhan kita selamat sampai tujuan. Amin.


Aku Rindu

Setahun sudah lama nya. Jemari ku tak pernah menjamah yang namanya menggurat kata. Menggariskan sebuah petuah, menyematkan seuntai gubahan.

Semua itu mendadak asing. Aku seakan tak mengenal bagian dari tulang belulangku yang menyongsongku untuk tetap berdiri tegak. 

Sedari itu langkahku lunglai. Tak tahu arah, tak tahu tujuan. Semuanya tiba-tiba kosong.

Setiap jejak langkahku yang terhempas dibumi yang keras ini, tak menyisakan secuil harapan yang ku iming-imingi sedari dulu. 

Setiap hembusan napas juga angin udara yang menerpa wajahku juga rambutku. Semua sisi, semua pihak membuat kongsi untuk menghardikku.

Aku pucat, wajahku pasi, gigiku gemeratak, peluh bercucuran didahi, diriku sendiri sudah tidak mampu lagi ku pandang, hanya mampu ku bayangkan.

Tanganku menggenggam, aku ingin, tapi sejauh ini aku hanya ingin. Tak sejengkal pun aku beranjak dari garis ingin.

Tuhan tak bisa kah kau beri aku sedikit pengertian kecil? Mengapa kau rengut ke-eksistensi ku atas kebiasaanku itu. Kembalikanlah semua itu kepadaku wahai, aku rindu. Dari daku.

Banyuwangi, 8 September 2020

#day1

#odop

#bayarutang


BAGAIMANA JIKA,,,

Kerap kali, ku berdiri dalam sepi. Diam, tak satupun menyapaku. Karena memang tak ada siapapun diruang itu. 

Aku berdiri di depan mirat. Hening. Santiran diriku pun dingin. Aku memandangnya, dia balik memandangku.

Kuamati diriku lamat-lamat. Kutanamkan dalam sukmaku, INI AKU. 

Kucoba merangkai huruf demi huruf, untuk menjadi namaku. Aku mengais nanarku yang menjalar. Mulai meradang.

Aku menerka, bagaimana kalau aku bukan aku. Dan aku adalah orang lain. Akankah semuanya sama?

Jikalau kau menjadi aku, dan apabila aku menjadi kamu. Dan semua itu menjadi asing.

Detak jantung ku ayal. Nadi ku mengalir deras. Aku mencoba mengedipkan mata, menghirup senyawa udara. Organ tubuh ku masih berkerja dengan baik.

Bagaimana jika tidak? Feel apa yang kurasa ketika raga ini sudah tidak bernyawa. Ketika semua tindakan aku tak lagi kuasa?

Banyuwangi, 10 September 2020

#ODOP

#Day4


Komentar

  1. Udah lama nggak baca puisi gni...
    Aku paling suka paragraf kedua paling bawah

    BalasHapus
  2. Suka dengan tulisannya, puisinya mengena.

    BalasHapus
  3. Puisi yang manis. Udah dibukukan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum kakak, udah ada sih buku sebelumnya. Niatnya mau bikin yg jilid 2

      Hapus
  4. Puisi yang ringan, maksud yang diutarakan benar benar sampai..

    BalasHapus
  5. Cantik sekali puisinya, sudah sering menulis puisi kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sering kakak, niatnya pengen bikin kumpuis lagi yg ke 2

      Hapus
  6. Duuh ...bagus puisinya kak.. aku kapan-kapan bisa diajari bikin puisi yaa..ehehhe tetap semangat kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe, aku mah apa atuh. Cuman segumpal tanah yang tersesat. Nuhun sangat kakak

      Hapus
  7. Ini puisi ya kak? Mirip senadika ya kak? ^_^ tapi bagus kak ungkapan hati dan pesannya tersampaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oalah iya baru tahu aku kak senandika, barusan searching, wkwkwk

      Hapus
  8. Puisi nya jujur sekejap mirip jenis diafan tapi kalau dibaca lebih masuk ke prismatis. Puisi yang tidak munafik tapi juga tidak jujur selayaknya manusia

    BalasHapus
  9. Bahasnya puitis sekali. Iyalah, namanya juga puisi yak hahaha..Aku suka puisinya Kak, semangat!

    BalasHapus
  10. Terimakasih kakak, seep lah saran nya untuk agar jadi lebih baik lagi tulisan ku untuk ke depan nya, hehehe

    BalasHapus
  11. Aku mu gkin gak terlalu pandai berpiusi, mau dong bisa bikin puisi sekeren kakak 😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhasabah Diri

Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha  فاماالانسان اذا ما ابتلىه ربه فاكرمه ونعمه، فيقول ربي اكرمن Ada sebagian manusia kalau ketika dilapangkan rizkinya dia berkata (ربي اكرمن) Tuhan sedang memuliakan aku. Kalau rumahnya besar, anaknya baik-baik, duitnya banyak, kerjaanya ok dia katakan Tuhan sedang memuliakan aku. و اما اذا مابتلىه فقدر عليه رزقه، فيقول ربي اهانن Tapi ketika dia kena PHK kemudian dia susah kena sakit dia katakan (ربي اهانن) Tuhan sedang menghinakan aku. (كلا) bukan, bukan begitu cara pandangnya. Kaya dan miskin, sehat dan sakit, lapang dan sempit, susah, sulit, senang semuanya adalah ujian.  Jadi jangan kita simpulkan dalam pikiran kita ini ada dua kesimpulan. Kalan senang berarti nikmat, kalau susah berarti laknat. Kalau kaya berarti nikmat, kalau miskin berarti laknat. Kalau begitu cara pandang kita. Berarti Nabi Muhammad susah, Abu Jahal Abu Lahab senang. Fir'aun senang, Nabi Musa susah. Berarti kita mengatakan Fir'aun, Abu Lahab dapat nikmat. Nabi Musa, N...

Dominic Perfect World

DIPOSKAN OLEH NAJIB FACHRUDDIN THOHA- Setelah bosan bermain PWI (Perfect World Indonesia) aku mencoba alternatif baru yang lebih menyangkan. Kakaku menyarankan untuk bermain Dominic Perfect World saja karena disana kita lebih dimanjakan. Akhirinya aku tertarik dan segera mendaftar. Ketika pertama main aku sangatlah senang dan semangat karena penambahan item pemula yang sangtat lebih banyak dibanding kan dengan PWI yang tidak di bikali apapun ketika lahir. Setelah beberapa bulan aq main ini adalah chart aku : belum genap setengah tahun aku bermain ternyata pw privat ini akan di update mengikuti induk nya yaitu PWI. Up-date i pw privat tidak bisa seperti di PWI. Melainkan Up-date di pw privat berefek barang-barang yang telah ada dalam iventori ataupun Equipment bisa hilang terkecuali Equipment VIP bisa di migrasikan. Di Up-date terbaru itu levening nya tidak semudah sebelumnya. Beberapa item penting juga di ganti namanya dan gambarnya. Karena merasa terlalu lama untuk ...

Mengapa harus "nulis"?

DIPOSKAN OLEH NAJIB FACHRUDDIN THOHA -Di zaman yang gegap gempita ini, semua orang disibukkan dengan kepentingan mereka masing-masing. Sampai-sampai mereka melupakan kebiasaan yang sudah lama hilang. Yaitu MENULIS. Dapat dihitung dari 7,53 miliar jiwa yang hidup didunia saat ini, anda bisa langsung membaca tentang populasi manusia di bumi dalam  situs ini . Kembali kita membahas tentang topik kita tadi yaitu "menulis". Yap dari 7,53 miliar jiwa manusia yang hidup didunia ini mungkin hanya sekian % saja yang masih sadar betapa pentingnya kebiasaan menulis ini. Berikut saya mempunyai beberapa alasan dan jawaban MENGAPA HARUS "NULIS" ? berikut alasannya yang saya rangkum dari salah satu judul dari dalam buku yang berjudul NULIS ITU "DIPRAKTEKIN" OLEH TIM WESFIX. : 1. Setiap orang setidaknya harus menanam sebatang pohon, memiliki anak, atau menulis sebuah buku. (JOSE MARTI) 2. Buku diciptakan supaya kemanusiaan tidak lenyap begitu saja. 3. "Verb...