DIPOSKAN OLEH NAJIB FACHRUDDIN THOHA-Di zaman yang gegap gempita ini, semua orang disibukkan dengan kepentingan mereka masing-masing. Sampai-sampai mereka melupakan kebiasaan yang sudah lama hilang. Yaitu MENULIS. Dapat dihitung dari 7,53 miliar jiwa yang hidup didunia saat ini, anda bisa langsung membaca tentang populasi manusia di bumi dalam situs ini. Kembali kita membahas tentang topik kita tadi yaitu "menulis". Yap dari 7,53 miliar jiwa manusia yang hidup didunia ini mungkin hanya sekian % saja yang masih sadar betapa pentingnya kebiasaan menulis ini. Berikut saya mempunyai beberapa alasan dan jawaban MENGAPA HARUS "NULIS" ? berikut alasannya yang saya rangkum dari salah satu judul dari dalam buku yang berjudul NULIS ITU "DIPRAKTEKIN" OLEH TIM WESFIX. :
1. Setiap orang setidaknya harus menanam sebatang pohon, memiliki anak, atau menulis sebuah buku. (JOSE MARTI)
2. Buku diciptakan supaya kemanusiaan tidak lenyap begitu saja.
3. "Verba volant, scripta manent". Kata-kata akan melayang pergi, sementara tulisan tingal menetap.
4. Menulis diposisikan bukan sekedar sebagai salah satu dari sekian pilihan profesionalisme. Kegiatan menulis tentu saja lebih luas dari sekedar opsi mencari uang. Menulis merupakan panggilan gairah jiwa (the passion of your soul).
5. Kebahagiaan boleh jadi terpenuhi ketika anda bisa menyelesaikan suatu tulisan.
6. Menulis adalah bagian dari aktualisasi diri, sebuah kebutuhan hidup yang paling tinggi. (ABRAHAM MASLOW)
7. Annie Pillard Penulis wanita terkenal dari Amerika mengatakan begini, " Dalam ribuan hari, kita mencoba, gagal, duduk, berpikir, bertahan, bermimpi, merajut, mengurai, itulah yang membuat kita benar-benar terlibat, siaga, dan hidup." Itulah dinamika yang tidak mudah dari sebuah proses menulis.
8. Menulis sebagai passion adalah membiarkan diri anda berkerja sangat keras.
Itu adalah beberapa alasan menggapa kita harus menulis. Semoga beberapa ulasan tadi dapat meningkatkan kesadaran kita semua atas betapa pentingnya menulis itu.
Komentar
Posting Komentar