Di poskan oleh-NAJIB FACHRUDDIN THOHA
Salam literasi, selamat pagi, siang, malam, dibelahan bumi sebelah manapun anda berada sekarang. Dikesempatan ini gue ingin membahas beberapa macam majas dan contoh penggunaan nya. Tentu ketika anda ingin menggarang sebuah karya baik itu puisi, cerpen, bahkan novel sekalipun. Majas atau gaya bahasa ini amat sangatlah dibutuhkan. Mungkin bila loe tidak pakek majas karangan loe bakalan hambar rasannya. Kaya masakan tanpa dikasih bumbu. Jangankan tertarik untuk memakannya, mencicipinya saja ogah. Sama halnya karangan, jangankan tertarik untuk menyeselasikan membaca sampai terakhir, baru baca paraghrap pertama udah skip deh kayaknya. Buat lu yang mau nge gombalin pacar, coba deh makek majas, bakalan tambah sayang pacar lu, langsung ngajak ke pelaminan mungkin. wkwkwk.
Sebenarnya majas ini sudah dipeljari semenjak kita duduk dibangku sekolah dasar. Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Cuman mungkin waktu itu umur kita masih amat sangat labil. Belum tahu apa yang memang sangat penting dalam kehidupan kita ini. Waktu sd kan isinya hanya bermain doang iya ngak. Majas atau gaya bahasa juga merupakan materi pertama perkuliahan di Jurusan Sastra Indonesia. Jadi untuk lu yang ingin kuliah di Jurusan Sastra Indonesia gue saranin harus paham betul tentang Majas ini.
Langsung saja kita ulas habis, apa itu majas? macam-macam majas, dan penggunaan majas dalam kalimat.
APA ITU MAJAS?
Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan
kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek
tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan
ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan
pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
MACAM-MACAM MAJAS DAN PENGGUNAAN NYA
Majas Perbandingan
1.Majas Personifikasi
Merupakan gaya bahasa mengambarkan benda mati dengan memiliki sifat layaknya manusia.
Contoh :
A. Kami duduk ditepi pantai sambil memandangi ombak yang saling berkejaran.
B. Peluit petugas kereta api menjerit di tengah hiruk pikuk suasana stasiun.
2. Majas Metafora
Merupakan gaya bahasa membandingkan tentang dua benda berbeda secara singkat.
Contoh :
A. Rumahku syurgaku.
B. Buku adalah jendela imu.
C. Tuhan adalah warga negara paling modern.
3. Majas Simbolik
Merupakan gaya bahasa yang mamakai simbol dalam menyampaikan suatu maksud.
Contoh :
A. Kupu-kupu malam bertebangan dimalam hari mencari mangsa. (yang dimaksud dengan kupu-kupu malam adalah wanita tuna susila)
B. Banyak tikus berkeliaran digedung rakyat. (yang dimaksud dengan tikus adalah para koruptor)
4. Majas Alegori
Merupakan gaya bahasa yang menggungkapkan suatu hal melaui kiasan atau gambaran.
Contoh :
A. Siapa yang tahu isi kedalaman hati manusia? kedalamnya lebih dari samudra. Tak seorang pun dapat memahaminya. Kecuali dia sendiri dan tuhan yang menciptakannya. Apa yang tampak dari luar belum tentu menggambarkan isi hatinya.
5. Majas Smile
Merupakan gaya bahasa yaitu membandingkan dengan kata depan dan penghubung. Seperti ibarat, bagaikan, seumpaannya, dll.
Contoh :
A. Kau umpama rembulan bagiku.
B. Cara berjalannya bak putri keraton.
C. Jalana saja hidupmu seperti air menggalir.
6. Majas Alusio
Merupakan gaya bahasa yang berusaha mensugestikan kesamaan antara orang, tempat atau peristiwa.
Contoh :
A. Peristiwa 12 Mei 1998 menjadi lembaran hitam dalam perjalanan sejarah Republlik Indonesia.
B. Semoga dimasa yang akan mendatang lahir Maradona-maradona baru dari sekolah sepak bola ini.
7. Majas Sinentesia
Meruapkan gaya bahasa yang mempertukarkan dua indra yang berbeda.
Contoh :
A. Kamu sangat manis saat memakai baju kebaya.
B. Perusahaan itu terkenal sangat pahit kepada karyawan nya.
8. Majas Metonimia
Merupakan gaya bahasa yang menggunkan nama merk atau atribut tertentu untuk menyebut suatu benda.
Contoh :
A. Batuk-batuknya semakin parah karena terlalu sering menghisap Djarum.
9. Majas Sinekdoke
Merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian tapi bermaksud seluruhnya (Pars pro toto), dan juga menyebutkan seluruhnya tapi bermaksud sebagian (Pro parte)
Contoh:
A. Pars pro toto, sudah seminggu ini aku tidak melihat batang hidungnya lagi.
B. Pro parte, Indonesia akan menentukan juarannya nanti malam.
Majas Pertentangan
1. Majas Antithesis
Merupakan gaya bahasa yang menggungkapkan sesuatu maksud dengan menggunakan kata-kata yang saling berlawanan.
Contoh :
A. Semua kebaikan ibu nya yang telah diberikan ternyata dibalas dengan keburukan yang sanggat menyesakkan dada.
2. Majas Paradoks
Merupakan gaya bahasa yang membabarkan kenyataan dengan fakta yang ada.
Contoh :
A. Meski hidupnya bergelimangan harta, tetapi hatinya miskin akan perhatian orang-orang disekitanya.
B. Jiwannya terasa sepi ditengah higar-bingar pesta.
3. Majas Litotes
Merupakan gaya bahasa yang maknannya mengecilkan fakta.
Contoh :
A. Goresan pena ini adalah hadiah untuk ibu.
4. Majas Hiperbola
Merupakan gaya bahasa yang melebih-lebihkan sesuatu.
Contoh :
1. Hujan turun menggiringi langkahku dipagi hari.
2. Air matannya sangat menganak sungai.
3. Tubuhku kurus sekali tingal tulang yang dibalut dengan kulit.
Majas Penegasan
1. Majas Pleonasme
Merupakan gaya bahasa yang disampikan secara berlebihan, sehingga ada beberapa keterangan yang sekirannya kurang dibutuhkan .
Contoh :
A. Naiklah ke atas dengan hati-hati.
B. Anak-anak yang masih berada diatas diharapkan segera turun kebawah.
2. Majas Repitisi
Merupakan gaya bahasa yang menggunakan penggulangan kata, frase, atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberikan penekanan.
Contoh :
A. Bangunlah bangsaku, bangunlah negeriku, bangunlah dari tidur panjangmu. Sambut cahaya didepan sana.
B. Bukan uang, bukan mobil, juga rumah mewah yang aku harapkan dari Ayah dan Ibu.
3. Majas Tautologi
Merupakan gaya bahasa yang menggunakan penggullangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
Contoh :
A. Apa maksud dan tujuanmu datang kesini sepagi ini?
4. Majas Retorik
Merupakan gaya bahasa yang menanyakan sesuatu yang jawabannya telah terkandung dalam pertanyaan tersebut.
Contoh :
A. Manusia mana yang tak butuh uang?
B. Adakah yang dapat menolak ajal?
C. Mungkinkah orang yang sudah mati hidup kembali?
5. Majas Paralelisme
Merupakan gaya bahasa yang memakai kata, frase, atau klausa yang mempunyai kedudukan sama atau sejajar.
Contoh :
A. Mereka boleh memburu, mereka boleh menembak, mereka boleh membakar.
6. Majas Klimaks
Merupakan gaya bahasa yang menututurkan satu gagasan atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana meningkat ke gagasan atau hal yang lebih kompleks.
Contoh :
A. Seluruh warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua turut hadir dalam acara panti asuhan itu.
B. Aku menanggis meledak-ledak seperti mau memecahkan rongga dada.
7. Majas Anti Klimaks
Merupakan gaya bahasa yang mencamtumkan suatu hal atau gagasan penting atau kompleks menurun kepada hal atau gagasan yang sederhana.
Contoh :
A. Kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan kerbersihan sekolah.
Majas Sindiran
1. Majas Ironi
Merupakan gaya bahasa untuk menyatakan sesuatu maksud menggunakan kata-kata yang berlainan atau bertolak dengan maksud tersebut.
Contoh :
A. Rapormu bagus, ada warnannya!
B. Besar sekali rumahmu, sekali buka pintu bisa langsung menuju ruang belakang.
2. Majas Sarkasme
Merupakan gaya bahasa sindiran yang bersifat kasar.
Contoh :
A. Diam! Sakit telingaku mendengar ocehanmu.
B. Mulutmu harimaumu!
3. Majas Sinisme
Merupakan gaya bahasa sindiran yang berbentuk kesangsian cerita, mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati.
Contoh :
A. Sudah hentikan bujuk rayuanmu itu! karena hanya membuatku semakin sakit.
Gue kira cukup ulasan tentang apa itu majas, pembagiann nya dan juga penggunaan nya. Oh iya, masih ada satu fungsi lagi majas yang belum gue sebutin. Yaitu majas sindiran. Dari namanya saja sudah jelas, kalau gaya bahasa ini untuk menyindir seseorang. Dari yang halus sampai benar-benar kasar. Bisa buat nyindir mantan pacar loe, pacar loe, ataupun siapapun yang loe benci saat itu. Semoga ulasan gue tentang Majas atau Gaya Bahasa ini dapat bermanfaat. Terima kasih Sekian.

Komentar
Posting Komentar