Langsung ke konten utama

YUK, NULIS CERPEN YUK oleh Mohammad Diponegoro

Di poskan oleh NAJIB FACHRUDDIN THOHA.

Ada banyak sekali buku-buku panduan menulis. Dari menulis sastra, karya ilmiah, dll. Itu tergantung minat dan passion anda. Kalau saya sendiri lebih minat pada kepenulisan sastra. Dunia literasi ini bagai telah menyeretku, melontar-lontarkan perasaanku. Tampa bisa ku elakkan. Sastra sendiri dibagi lagi menjadi beberapa kategori. Tapi untuk kali ini saya ingin merangkum beberapa poin penting dari buku karangan Mohammad Diponegoro, dengan judul "Yuk, nulis cerpen yuk". Tujuan saya sendiri mempublikasikannya adalah untuk memudahkan ketika kembali ingin mencari refrensi dan sumber dari buku ini,tampa harus membolak-balik buku itu, dan membaca garis-garis coretanku satu persatu. Suatu saat jika bukunya hilang kan masih ada catatannya diinternet, iya gak? Dunia maya ini bisa menjadi tempat kita menyimpan data apapun itu dengan sangat aman, tanpa takut hilang. Baik itu moment-moment seperti foto, video, atau bahkan catatan kita.

Langsung saja kita bersama-sama menyimpulkan buku hebat ini. Karena ketika saya menulis artikel ini saya kembali membaca ulang buku ini meski sebelumnya telah khatam ku baca berkalii-kali. Mari kita mulai.



YUK, NULIS CERPEN YUK oleh Mohammad Diponegoro


BAGIAN PERTAMA 
MOTIVASI

Jadi anda juga ingin menulis cerpen?

Boleh jadi anda siapapun. Ibu rumah tangga, bapak lima anak, pelajar, mahasiswa, atau bahkan pengangguran. Tapi anda sedang mulai menjadi penulis, anggap saja begitu. Dan anda juga ingin menulis cerpen. 
Mengapa? ini menjadi pertanyaan yang amat sangat penting. Anda harus menjawabnya dengan jujur dan polos. Sebab pertanyaan itu oleh anda sendiri. Jadi gak usah sok pura-pura dan munafik. Orang lain juga tidak berhak tau.

Alasan memang banyak, ada yang pengen menjadi sastrawan yang tenar seantero negri. Dan itu sah dan tidak salah, karena ketenaran merupakan hasrat manusiawi. Banyak sastrawan yang berambisi seperti itu. terembunyi dipelosok hatinya.

Atau menulis untuk mencari uang, penghasilan tambahan, atau bahkan sumber penghasilan. Tidak perlu merasa malu atau rikuh, karena kalau penulis-penulis seperti ini dihimpun, jumlahnya cukup besar untuk membentuk republik. Karena SHAKESPARE juga mencari duit. Uang adalah alat untuk memelihara kelangsungan hidup. Apa anda sudah kepingin bunuh diri?

Anda boleh tidak setuju pada kutipan Dr. Samuel Johnson: "Tidak ada seorang pun, kecuali yang goblok, yang mau menulis tidak untuk cari uang." Karena ada juga orang menulis tidak untuk cari uang. Toh dia tidak goblok.

Atau mungkin memang anda dilahirkan menulis cerpen. Hasrat itu begitu besar. Jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda, anda baru mencapai puncak kepuasan. Menulis, dan menulis lagi yang lebih baik, puncak demi puncak kepuasan. Tak peduli hanya sedikit yang membacannya, atau hanya dimuat di majalah lokal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen - Jheany

 Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha Lamat-lamat kumelirik setiap jengkal dan sudut-sudut lorong yang kulalui. Tempat remang-remang seperti ini sering kudapati dalam film-film. Namun kini aku benar-benar ada di dalamnya. Gamang aku. “Lu pada sering ke sini?” “Yaa seminggu sekali lah Ren, kalau setiap hari ya bangkrut lah kita. Mau kasih makan apa anak bini hahahaha”. Tempat karaoke macam ini ternyata mempunyai banyak room yang bervariasi vasilitasnya sesuai harga yang telah disematkan. Dari harga yang paling rendah sampai yang paling tinggi.  Kami memilih room kelas tengah. Dua layar TV kanan kiri yang menampilkan video klip dan lirik lagu yang kami nyanyikan dan satu layar TV di tengah untuk memilih lagu yang akan kami dendangkan nantinya. Setengah jam berlalu. Meja sudah penuh dengan botol-botol minuman juga cemilan-cemilan macam kentang goreng dsb. Aku hanya ingin bernyanyi saja, tak ada melintas dalam benakku untuk menuangkan bahkan meneguk minuman yang sedari tadi diminu...

Cerpen : Ati Ampela Ayam Favorit Ayah

 Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha Hujan membasuh Bumi Blambangan sedari sore. Mendung tampak pekat mulai siang hari sampai pada akhirnya benar-benar jatuh mengguyur. Kaca mobil Pak Fathi buram, suara wiper yang menyeka menghasilkan irama tersendiri. Sengaja Pak Fathi tidak memutar lagu apapun dari tape musik mobilnya, ia hanya ingin menikmati perjalanannya sore itu.  "Ayah udah sampai mana? Hujannya awet dari tadi ngak reda-reda". Suara Bu Indy samar-samar bersinggungan dengan suara hujan. "Baru aja keluar dari kantor Ma, ini Ayah lagi di Bundaran Tugu Pahlawan. Paling setengah jam lagi sampai rumah. Oh iya Ma, ati ampela ayam favorit Ayah udah siap kan? Hehe". Cengengesan Pak Fathi sembari menilik irama wiper mobilnya yang naik turun. "Udah dong, ini Mama lagi di dapur". "Wah pantesan aromanya kecium sampai sini, udah keroncongan banget nih perut Ayah hahaha. Yaudah Ma, Ayah mau fokus nyetir. Salam buat Genta sama Wati, bilangin jangan ada yang n...

Muhasabah Diri

Diposkan oleh Najib Fachruddin Thoha  فاماالانسان اذا ما ابتلىه ربه فاكرمه ونعمه، فيقول ربي اكرمن Ada sebagian manusia kalau ketika dilapangkan rizkinya dia berkata (ربي اكرمن) Tuhan sedang memuliakan aku. Kalau rumahnya besar, anaknya baik-baik, duitnya banyak, kerjaanya ok dia katakan Tuhan sedang memuliakan aku. و اما اذا مابتلىه فقدر عليه رزقه، فيقول ربي اهانن Tapi ketika dia kena PHK kemudian dia susah kena sakit dia katakan (ربي اهانن) Tuhan sedang menghinakan aku. (كلا) bukan, bukan begitu cara pandangnya. Kaya dan miskin, sehat dan sakit, lapang dan sempit, susah, sulit, senang semuanya adalah ujian.  Jadi jangan kita simpulkan dalam pikiran kita ini ada dua kesimpulan. Kalan senang berarti nikmat, kalau susah berarti laknat. Kalau kaya berarti nikmat, kalau miskin berarti laknat. Kalau begitu cara pandang kita. Berarti Nabi Muhammad susah, Abu Jahal Abu Lahab senang. Fir'aun senang, Nabi Musa susah. Berarti kita mengatakan Fir'aun, Abu Lahab dapat nikmat. Nabi Musa, N...