Di poskan oleh NAJIB FACHRUDDIN THOHA.
Ada banyak sekali buku-buku panduan menulis. Dari menulis sastra, karya ilmiah, dll. Itu tergantung minat dan passion anda. Kalau saya sendiri lebih minat pada kepenulisan sastra. Dunia literasi ini bagai telah menyeretku, melontar-lontarkan perasaanku. Tampa bisa ku elakkan. Sastra sendiri dibagi lagi menjadi beberapa kategori. Tapi untuk kali ini saya ingin merangkum beberapa poin penting dari buku karangan Mohammad Diponegoro, dengan judul "Yuk, nulis cerpen yuk". Tujuan saya sendiri mempublikasikannya adalah untuk memudahkan ketika kembali ingin mencari refrensi dan sumber dari buku ini,tampa harus membolak-balik buku itu, dan membaca garis-garis coretanku satu persatu. Suatu saat jika bukunya hilang kan masih ada catatannya diinternet, iya gak? Dunia maya ini bisa menjadi tempat kita menyimpan data apapun itu dengan sangat aman, tanpa takut hilang. Baik itu moment-moment seperti foto, video, atau bahkan catatan kita.
Langsung saja kita bersama-sama menyimpulkan buku hebat ini. Karena ketika saya menulis artikel ini saya kembali membaca ulang buku ini meski sebelumnya telah khatam ku baca berkalii-kali. Mari kita mulai.
YUK, NULIS CERPEN YUK oleh Mohammad Diponegoro
Ada banyak sekali buku-buku panduan menulis. Dari menulis sastra, karya ilmiah, dll. Itu tergantung minat dan passion anda. Kalau saya sendiri lebih minat pada kepenulisan sastra. Dunia literasi ini bagai telah menyeretku, melontar-lontarkan perasaanku. Tampa bisa ku elakkan. Sastra sendiri dibagi lagi menjadi beberapa kategori. Tapi untuk kali ini saya ingin merangkum beberapa poin penting dari buku karangan Mohammad Diponegoro, dengan judul "Yuk, nulis cerpen yuk". Tujuan saya sendiri mempublikasikannya adalah untuk memudahkan ketika kembali ingin mencari refrensi dan sumber dari buku ini,tampa harus membolak-balik buku itu, dan membaca garis-garis coretanku satu persatu. Suatu saat jika bukunya hilang kan masih ada catatannya diinternet, iya gak? Dunia maya ini bisa menjadi tempat kita menyimpan data apapun itu dengan sangat aman, tanpa takut hilang. Baik itu moment-moment seperti foto, video, atau bahkan catatan kita.
Langsung saja kita bersama-sama menyimpulkan buku hebat ini. Karena ketika saya menulis artikel ini saya kembali membaca ulang buku ini meski sebelumnya telah khatam ku baca berkalii-kali. Mari kita mulai.
YUK, NULIS CERPEN YUK oleh Mohammad Diponegoro
BAGIAN PERTAMA
MOTIVASI
Jadi anda juga ingin menulis cerpen?
Boleh jadi anda siapapun. Ibu rumah tangga, bapak lima anak, pelajar, mahasiswa, atau bahkan pengangguran. Tapi anda sedang mulai menjadi penulis, anggap saja begitu. Dan anda juga ingin menulis cerpen.
Mengapa? ini menjadi pertanyaan yang amat sangat penting. Anda harus menjawabnya dengan jujur dan polos. Sebab pertanyaan itu oleh anda sendiri. Jadi gak usah sok pura-pura dan munafik. Orang lain juga tidak berhak tau.
Alasan memang banyak, ada yang pengen menjadi sastrawan yang tenar seantero negri. Dan itu sah dan tidak salah, karena ketenaran merupakan hasrat manusiawi. Banyak sastrawan yang berambisi seperti itu. terembunyi dipelosok hatinya.
Atau menulis untuk mencari uang, penghasilan tambahan, atau bahkan sumber penghasilan. Tidak perlu merasa malu atau rikuh, karena kalau penulis-penulis seperti ini dihimpun, jumlahnya cukup besar untuk membentuk republik. Karena SHAKESPARE juga mencari duit. Uang adalah alat untuk memelihara kelangsungan hidup. Apa anda sudah kepingin bunuh diri?
Anda boleh tidak setuju pada kutipan Dr. Samuel Johnson: "Tidak ada seorang pun, kecuali yang goblok, yang mau menulis tidak untuk cari uang." Karena ada juga orang menulis tidak untuk cari uang. Toh dia tidak goblok.
Atau mungkin memang anda dilahirkan menulis cerpen. Hasrat itu begitu besar. Jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda, anda baru mencapai puncak kepuasan. Menulis, dan menulis lagi yang lebih baik, puncak demi puncak kepuasan. Tak peduli hanya sedikit yang membacannya, atau hanya dimuat di majalah lokal
Atau menulis untuk mencari uang, penghasilan tambahan, atau bahkan sumber penghasilan. Tidak perlu merasa malu atau rikuh, karena kalau penulis-penulis seperti ini dihimpun, jumlahnya cukup besar untuk membentuk republik. Karena SHAKESPARE juga mencari duit. Uang adalah alat untuk memelihara kelangsungan hidup. Apa anda sudah kepingin bunuh diri?
Anda boleh tidak setuju pada kutipan Dr. Samuel Johnson: "Tidak ada seorang pun, kecuali yang goblok, yang mau menulis tidak untuk cari uang." Karena ada juga orang menulis tidak untuk cari uang. Toh dia tidak goblok.
Atau mungkin memang anda dilahirkan menulis cerpen. Hasrat itu begitu besar. Jika cerpen itu sudah lahir dari mesin ketik anda, anda baru mencapai puncak kepuasan. Menulis, dan menulis lagi yang lebih baik, puncak demi puncak kepuasan. Tak peduli hanya sedikit yang membacannya, atau hanya dimuat di majalah lokal

Komentar
Posting Komentar